Senin, Oktober 22Menyuarakan Suara Rakyat Kalimantan

Tak Dikelola, Bau Kotoran Ternak Babi Ganggu Warga Sekitar

SUAKA – MEMPAWAH. KOTORAN dari peternakan Babi di Jalan Seliung Dalam Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat dinilai sangat meresahkan warga masyarakat sekitar kandang ternak tersebut.

Bau dari peternakan Babi itu bukan saja mengundang aroma tak sedap, melainkan juga berpotensi menimbulkan penyakit, karena banyak lalat beterbangan disekitarnya.

Belum lagi limbahnya yang mengalir ke sungai yang dipergunakan warga masyarakat sekitar Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Ini semua dibuktikan sendiri dari investigasi awak media suarakalimantan.com dan beberapa wartawan media lainnya, Ahad, (2/8/2018).

Hasil pantauan beberapa tim dari berbagai media, bau tak sedap itu sudah tercium dari radius ratusan meter. Sementara lalat yang beterbangan, malah menyebar sampai ke pemukiman rumah warga.

loading...

Meskipun demikian hasil wawancara dengan warga masyarakat sekitar Kecamatan Sungai Pinyuh bahwa mereka sangat mengeluhkan dan hal itu sudah beberapa kali disampaikan kepada RT/RW setempat, namun tetap tidak ada perubahan.

Bahkan pengurus RT malah dituding, tak perduli dengan keluhan warga masyarakatnya sekitar yang jaraknya sangat dekat dengan peternakan babi tersebut. “Kami warga masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh ini sudah lama mengeluh, tetapi waktu kami sampaikan ke Ketua RT dan RW tetap tidak ada perubahan. Bahkan pengelolanya sendiri juga seperti tidak peduli,” kata salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi peternakan Babi tersebut yang namanya tidak mau disebutkan.

Karena keluhan yang dilaporkan tidak ada tindak di tindak lanjuti, warga masyarakat sekitar Kecamatan Sungai Pinyuh akhirnya menuding ada apa. Apa ada “UPETI” dari pengusaha ternak Babi, yang membuang kotoran tanpa mengawasi pengelolaannya.

“Bagaimana warga masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh sekitar tidak menuding pengutus RT sudah terima UPETI?, buktinya keluhan warga masyarakat sekitar tidak pernah digubris,” katannya.

Salah satu warga yang namanya mintabtidak disebutkan mengatakan, ia mengaku sudah bertahun-tahun merasa terganggu dengan mencium aroma bau kotoran babi itu, “tidak mungkin aparat Kelurahan dan Kecamatan tinggal diam, tentu ada udang dibalik batu,“ ucapnya. (Red)

Bagikan via:

Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!

Klik gambar di atas untuk menutup iklan