Jumat, September 21

Polisi Ciduk Puluhan Mahasiswa Banjarmasin Demo Rupiah Anjlok

loading...

SUAKA – . Mahasiswa lakukan aksi demo dan bertindak bukan tanpa alasan. Hari ini Jum’at (14/9/2018) kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan menyampaikan aspirasinya di Gedung Provinsi Kalimantan Selatan yang berujung RICUH. Pantauan awak media ini kericuhan disebabkan kekecewaan yang mendalam para Mahasiswa tidak bisa menemui para anggota tersebut.

Aksi pertama (Jum’at, 7/9/2018) yang berjalan damai, ternyata anggota DPRD Kalsel satupun tidak ada ditempat, papar salah satu mahasiswa yang namanya belum sempat ditanyakan awak media suarakalimantan.com.

Aksi kedua (Senin,10/9/2018) juga sama, anggota DPRD Kalselnya juga tidak ada di tempat, tensi kemarahan mahasiswa mulai meningkat. Dan hari ini kembali lagi kawan-kawan mahasiswa mendatangi kantor DPRD Kalsel, ternyata hanya ada 1 anggota dewan, dan juga bukan komisi yang bertanggung jawab mengenai masalah kesejahteraan ini, ujar salah satu mahasiswa tersebut berucap dengan lantang.

Mahasiswa pun KECEWA, GERAM. Bagaimana dulunya anggota DPRD Kalsel ini disaat mencalon dengan segudang janji, dan ternyata ketika terpilih, mahasiswa datang menyampaikan aspirasi malah Absen.!!

Akibat ini, kemudian mahasiswa memaksa masuk ke ruangan Paripurna anggota dewan, dengan kecewa dibanting semua plakat nama-nama anggota dewan yang terpampang diatas meja.

Setelah itu ada kawan yang mau mengambil ban, (karena kekecewaan sudah memuncak) kemudian kawan-kawan mahasiswa pada akhirnya ditangkap, diborgol, ditendang, dipukuli tidak memandang laki-laki/perempuan, bendera kami dirusak, handphone kami di rebut dan dirampas dan di paksa untuk menghapus Foto/video aksi, dan yang SANGAT disayangkan lagi ada aparat yang membawa anjing dan sengaja melepasnya, sehingga ada beberapa rekan kami perempuan yang digigit anjing tersebut.

Terakhir ini, ada 38 rekan kami (mahasiswa-mahasiswi) yang dibawa ke Polresta, namun Alhamdulillah sudah 31 orang mahasiswa sudah dibebaskan tadi sore (Jum’at, 14/9/2018) dan tinggal 7 orang rekan kami (mahasiswa) yang masih di tahan sampai malam ini.

Kami sedih, hari ini orang hanya memandang mahasiswa demo rusuh, merusak fasilitas (plang nama anggota DPRD Kalsel) sehingga mereka beranggapan kami wajar ketika ditangkap polisi.

Pertanyaan selanjutnya, anggota DPRD Kalsel yang tidak hadir ketika ditemui rakyat, melanggar sumpahnya sebagai wakil rakyat, dan jelas melanggar konstitusi KOK GAK DITANGKAP POLISI ??

Rusaknya plang nama, tidak sebanding dengan amanah yang diingkari, kasus Kunjungan Kerja fiktif anggota DPR.Prov kalsel yang sampai hari ini juga belum selesai.

Dan kamu masih bilang demo mahasiswa hanya bisa rusuh? Kan Demo damainya tidak kamu perhatikan.

Kesimpulannya, jika saja anggota DPRD Kalsel amanah dan hadir pada aksi pertama, tidak mungkin terjadi rusuh seperti ini, andai saja nilai tukar rupiah tidak anjlok, mahasiswa tidak mungkin turun aksi.

Maka dari itu, besok, Sabtu (15/9/2018) pagi jam 10:00 Wita mahasiswa akan kembali aksi ke KALSEL sebagai petinggi kepolisian di Kalsel dan dilanjutkan ke Polresta Banjarmasin, dengan tuntutan sebagai berikut :

  1. Bebaskan rekan mahasiswa yang masih ditahan;
  2. Tindak tegas aparat yang bertindak represif terhadap mahasiswa;
  3. berat aparat yang membawa dan sengaja melepas anjing sehingga menggigit rekan perempuan kami;
  4. Tindak tegas aparat yang merampas handphone dan memaksa untuk menghapus documentasi, dan
  5. Kembalikan bendera organisasi LSISK (Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan) yang di rampas polisi.

“Masalah luka, lecet, memar tidak usah dipermasalahkan lagi, mungkin itu harga yang pantas untuk menyampaikan aspirasi dan sebuah kebenaran”
#bebaskan_rekan_kami
#save_rupiah_save_rakyat

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!

Klik gambar di atas untuk menutup iklan