Senin, Juni 25

IWO Kalsel Gelar Tahlilan dan Do’a Mengenang Wafatnya Muhammad Yusuf Wartawan Kotabaru

SUAKA – . Dalam mempererat tali silaturrahmi dalam bersinergi antar media online yang berada di Kalimantan Selatan, wartawan Ikatan Wartawan Online (IWO) , yang di nakhudai oleh wartawan senior Anang Fadhillah, mengajak rekan-rekan seprofesi berbuka puasa bersama bersinergi dengan LSM terkemuka di Kalimantan, di Hotel Batung Batulis jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin, Rabu (13/06/2018).

“Terimakasih kami sampaikan kepada LEKEM KALIMANTAN atas partisipasi nya, sehingga terlaksananya kegiatan Buka Puasa Bersama ini, dan atas nama IWO Kalsel saya ucapkan Minal ‘Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin,” papar Anang Fadhillah dalam kata sambutannya pada acara BUKBER tersebut di Hotel Batung Batulis Banjarmasin, Rabu (13/6/2018).

Disamping acara tersebut juga turut hadir organisasi media online lainnya, yakni Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kalsel, serta dihadiri beberapa pimpinan dan wartawan media online di Kalsel, diantaranya koranbanjar.net, mediapublik.net, suaraborneo.com, jejakrekam.com, suarakalimantan.com, kumpuran.com, nasional.tempo.co, banuapost.com, infobanua.co.id dan lainnya.

Dalam kesempatan acara tersebut, Ketua IWO Kalsel, Anang Fadhillah, menyampaikan, “Terima kasih atas kedatangan teman-teman, tak terasa Ikatan Wartawan Online sudah lebih satu tahun berdiri di Kalsel dan tetap eksis dalam membantu baik dikalangan maupun swasta untuk memberikan informasi kepada masyarakat, kita akan selalu kompak dan tetap bersinergi dengan membantu dalam pembangunan daerah melalui informasi cepat lewat media online,” ungkapnya.

Dihadiri lebih dari 50 orang wartawan dan undangan pada acara tersebut dalam rangka mengenang, peduli dan prihatin, serta peduli antar sesama wartawan media online yang telah mendahului meninggal dunia, dipimpin oleh Drs Ahmad Sugiannoor Al-Aydrus (dari media suarakalimantan.com) membacakan beberapa ayat Al-Qur’an diantaranya surah Yassin disertai tahlil dan do’a untuk almarhum Muhammad Yusuf yang telah meninggal dunia dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dari jurnalis Online Kemajuan Rakyat dan Sinar Pagi Baru di Kotabaru, sebab sebelum meninggal Yusuf sempat ditahan Kotabaru terkait sengketa pemberitaan, semoga almarhum mendapat ketenangan dan semua amal baiknya diterima Allah SWT serta mendapatkan ridha dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal’alamin…

Ketua Advokasi IWO Kalsel, Aspihani Ideris pun mengatakan dalam sambutannya, kematian almarhum Muhammad Yusuf tersebut penuh misteri. Ia memaparkan, misteri penyebab kematian wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf, yang tewas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, belum menemui titik terang hingga sekarang.

Menurut Aspihani, wartawan asal Kotabaru ini meninggal dunia setelah 15 hari mendekam di LP Kotabaru sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kotabaru. Ia ditanggap oleh Polisi atas dasar Dewan Pers, “Seharusnya Dewan Pers itu membela, mengayomi dan melindungi wartawan apabila kekeliruan dalam membuat pemberitaan, tapi ini sangat aneh malahan menekan dan memenjarakannya. Ada apa dengan Dewan Pers?,” katanya.

Aspihani mengharapkan keluarga almarhum Muhammad Yusuf mengikhlaskan mayat almarhum di outupsi guna mengungkap misteri yang berpolemik di publik selama ini. Sehingga menurut nya akan ketahuan fakta hukum yang sebenarnya, ucap Aspihani seakan-akan menyarankan.

Warga Jalan Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Utara, Kotabaru, itu ditangkap terkait pemberitaan konflik warga dengan PT Multi Agro Sarana Mandiri (MSAM) milik Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isyam. Polisi menjeratnya dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Salah satu hasil liputannya yang berjudul “Penjajahan PT MSAM Di Lahan Masyarakat Pulau Laut Tengah Kotabaru Harus Diusir” pun kembali viral di grup-grup WhatsApp pegiat media massa. “Kita sangat berduka, karena Yusuf merupakan pejuang pers yang patut ditiru keberaniannya. Semoga almarhum diridhoi serta mendapatkan tempat termulia disisi Allah SWT. Amin…” ucap Aspihani.

Sementara Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kalimantan Selatan, Anas Aliando tidak bisa berhadir dan dengan hormat serta santunnya ia sempat melayangkan SMS ke wartawan online suarakalimantan.com dengan bunyi : Mohon maaf dangsanak…Ulun SDH mudik k kampung kemarin sore berangkat…sudah juga d sampaikan sama pak Anang…rekan rekan JOIN yg TDK mudik Ulun suruh menghadiri…semoga habis lebaran kita bisa adakan acara yg mencerminkan kebersamaan dan kekompakan antara JOIN dan IWO….salam kebersamaan. (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!