Senin, Juni 25

Polisi Tangkap Dua Orang Debt Collector Tarik Paksa Mobil Kridet

SUAKA-. Dua orang debt collector atau penagih hutang beraksi dengan berbekal surat palsu dan pada akhirnya berhasil dibekuk oleh anggota Satuan Reskrim Polresta ketika mencoba melakukan penarikan sebuah mobil.

Selain diduga menggunakan surat kuasa palsu, kedua pelaku dijerat pidana karena juga melakukan pengancaman saat proses eksekusi, “Kedua pelaku kami amankan, karena melakukan penarikan mobil dengan menggunakan surat palsu. Bahkan mereka juga sempat mengancam,” beber Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi di Banjarmasin, Rabu, 4 April 2018.

Diamankannya kedua debt collector itu bermula ketika terjadi insiden keributan pada Jum’at (16/3) sekitar pukul 22.00 WITA di halaman parkir lantai dua Duta Mall Banjarmasin.

Belakangan diketahui ternyata ada proses eksekusi sebuah mobil Toyota Agya New G demgan Nomor Polisi KH 1407 TD warna Merah yang dilakukan oleh dua orang debt collector. “Korban atau pemilik mobil seorang wanita bernama Dessy Rizanatalia (24) warga dan pelaku debt collector bernama Nazeli Rakhman (49) dan Firdi Irawan (44) keduanya warga Banjarmasin,” jelas Ade.

Dikatakannya, pada saat itu anggota Piket Reskrim Polresta Banjarmasin yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi dan membawa korban dan kedua pelaku ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan. “Hasil pemeriksaan, kedua debt collector ditetapkan sebagai tersangka karena menggunakan surat palsu dan melakukan pengancaman pada saat mengeksekusi mobil korban yang menurut pelaku telah menunggak pembayarannya,” ujar Ade lagi dalam paparannya.

Berdasarkan keterangan korban, ujarnya, korban tiba-tiba dihadang kedua orang tak dikenal dan memukul kap mesin mobil kemudian mematikan dan mencabut kunci kontak, sehingga membuat korban merasa takut dan tertekan. “Kedua tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 263 ayat 2 tentang surat palsu yang ancaman pidananya enam tahun dan juga Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang pengancaman dengan pidana satu tahun,” beber Kasat Reskrim.

Adapun barang bukti yang disita berupa surat kuasa dari CIMB Niaga Auto Finance cabang Palangkaraya kepada PT Badan Penanganan Konsumen dan Pelaku Usaha tertanggal 4 Desember 2016.

Kemudian satu lembar surat keterangan KTP sementara bernama Nazeli Rakhman yang masih menggunakan identitas sebagai anggota Polri yang sebenarnya sudah lama dipecat alias PTDH. (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!