Minggu, 25 Februari 2018


SMPN 11 Kota Pontianak Lantik Satgas Pegiat Anti Narkoba

SUAKA – PONTIANAK. Para siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Pontianak, dilantik menjadi Satuan Tugas (SATGAS) Penggiat Anti di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak, Senin siang (30/10/2017).

Pelantikan yang dihadiri oleh Kepala SMPN 11 Kota Pontianak Mirnawati, para Guru, Komite Sekolah, serta siswa dan siswi tersebut, pihak sekolah juga melantik Pengurus Organisasi Siswa Interen Sekolah (OSIS), Paskibra dan Palang Merah Remaja (PMR).

Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 11 Kota Pontianak, Nurhaidin menegaskan pembentukan Satgas Penggiat Anti Narkoba merupakan upaya menanamkan kesadaran bagi para siswa dan siswi tentang bahaya penggunaan serta penyalahgunaan narkoba.

Seperti diketahui, narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa. Republik Indonesia (RI) juga telah menggaungkan perang terhadap narkoba. “Ini upaya agar tidak ada peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Nantinya, siswa dan siswi yang tergabung dalam satgas akan memberikan pengarahan dan penjelasan kepada rekan-rekan sebayanya untuk menjauhi narkoba. “Sebelumnya, satgas ini sudah dibina dan ditatar. Materi yang diperoleh akan disosialisasikan ke teman-temannya,” terangnya.

Pihak sekolah berencana membuat ruangan khusus tersendiri bagi Satgas Penggiat Anti Narkoba. Di ruangan itu, anggota Satgas akan jabarkan berbagai wawasan seperti akibat konsumsi narkoba, cara menjauhi narkoba dan apa langkah yang dilakukan ketika ada anggota keluarga atau rekan yang terkena narkoba. “Ini tindaklanjut kerjasama dengan BNN Provinsi, dan Dinas Pendidikan. Setiap sekolah memang harus dibentuk,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 11 Kota Pontianak, Mirnawati berharap para siswa dan siswi mengemban tugas dengan tanggung jawab yang tinggi. Dan pula, ia berharap, mereka tersebut menjadi contoh dan teladan bagi seluruh siswa dan siswi SMPN 11 Kota Pontianak. “Mereka percontohan bagi 684 siswa lain. Jaga penampilan, sikap dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Siswa dan siswi yang dilantik harus berkomitmen bahwa apapun yang dihasilkan adalah keputusan kita bersama. Setiap organisasi harus tunjukkan kinerja baik demi kemajuan sekolah,” pintanya.

Mirnawati berpesan kepada siswa dan siswi agar bisa membagi waktu antara prestasi akademik dan non akademik. “Jangan sampai sibuk organisasi lalu pembelajaran diabaikan. Apa yang dicapai harus ditunjang prestasi baik. Organisasi hanya berupa kegiatan tambahan. Yang utama adalah belajar. Jangan ditinggalkan,” katanya. (TIM)

Bagikan via:

Baca juga



Tinggalkan Balasan