Minggu, 25 Februari 2018


KM SABUK NUSANTARA 36 BERSAMA ENJ KALTARA 2017 SIAP MENUJU TAPAL BATAS INDONESIA

SUAKA -.TARAKAN. Terompet tanda keberangkatan kapal sudah dibunyikan. Sore itu, awak kapal bergegas menaikan jangkar kapal dan nahkoda melajukan kapal dengan pelan pada rute jalur pelayaran Tarakan – Sebatik. Pukul 18.00 WITA, KM Sabuk Nusantara 36 yang melayani rute Kwandang – Pulau Sebatik berangkat menuju Tapal Batas Indonesia. Tempat itu dinamakan, Pulau Sebatik.

Pulau Sebatik sebuah daerah terdepan sebagai pulau terpencil yang memiliki dua wilayah perbatasan dengan wilayah Sabah, Malaysia. Kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia ini membuat akses menuju Pulau Sebatik cenderung sulit untuk dilalui. Kesulitan untuk menjangkau Pulau Sebatik salah satunya adalah minimnya alat transportasi dan hanya memiliki transportasi utama dan terbesar yaitu transportasi .

Berada pada kecepatan antara 8 sampai 9 knots per jam, kapal perintis membawa tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 atau ENJ 2017 rute Kalimantan Utara untuk pertama kalinya sebagai pemuda yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menuju Pelabuhan Pencang, Pulau Sebatik.

Sekitar 12 jam perjalanan dari Pelabuhan Malundung, Tarakan, KM Sabuk Nusantara 36 tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Pulau Nunukan pada pukul 06.00 WITA. Kapal perintis yang belum genap dua tahun ini, saat ini dapat dinikmati oleh masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala PT Pelni cabang Tarakan, Guruh Dwi Saputro tentang adanya kapal perintis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilalui oleh kapal besar. kepada wartawan (22/9/2017) di Pelabuhan Malundung, Tarakan, Kalimantan Utara.

“Keberadaan kapal perintis sangat membantu karena bagian dari program pemerintahan Jokowi yakni melayani pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak dilalui oleh pelayaran kapal besar,” ujar Guruh Dwi Saputro,

Guruh mengatakan, kegiatan ENJ 2017 adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang pertama kalinya menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 36, katanya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Guruh juga berharap agar pemuda memberikan hasil yang dapat membantu dalam memperbaharui data-data terutama wilayah pulau-pulau yang sulit untuk jangkau oleh kapal besar, “Adapun 5 program yang dilaksanakan oleh ENJ Kaltara 2017 yakni program pendidikan, program lingkungan, program ekonomi, program pariwisata dan program kesehatan. Bebernya.

Guruh berpesan kepada tim ENJ Kaltara 2017 agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam hal mendata di lapangan agar dapat bermanfaat khususnya bagi wilayah Tarakan, Nunukan dan Sebatik. ###

Bagikan via:

Baca juga



Tinggalkan Balasan