Selasa, November 13Menyuarakan Suara Rakyat Kalimantan

​MELIRIK PRODUKSI HORTI DESA PEJAMBUAN KECAMATAN SUNGAI TABUK

suarakalimantan.com, Sungai Tabuk (Gambut Raya). Desa Pejambuan kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2000 pernah mengenyam kejayaan penghasil pertanian jenis Hortikultura diantaranya terong,gambas, kacang panjang, tomat  dan kacang buncis.

Pantauan awak media suarakalimantan.com, desa Pejambuan ini berbatasan langsung dengan desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. Dan desa ini merupakan masuk wilayah Sub Areal B lintasan irigasi Riam Kanan dengan luas lahan pertanian sekitar 600 Hektar. Dari 600 Hektar ini, 200 Hektar diantaranya sudah diberdayakan maksimal oleh kelompok tani disana.

Menurut Ketua Kelompok Tani Beruntung, Untung Wahyu Purnomo, bahwa saat ini  kawasan pertanian padi dan palawija tersebut mendapat kendala masalah air. Padahal 17 tahun silam hasil pertanian di tempat kami tidak kurang dari 5 sampai 10 ton menghasilkan setiap harinya,  dan hasilnyapun mampu mengisi pasar tradisional sekitarnya dan bahkan pasar di , ujarnya.

Namun sekarang lanjut dia paling banyak hanya 3 sampai 4 ton saja, karena banyak lahan tidak digarap akibat terkendala masalah air. Pada dialog saat diselenggarakannya Sekolah Lapang BPP Kecamatan Sungai Tabuk Selasa pekan silam itu, ujar Untung Wahyu Purnomo.

Dari itu kami memohon kepada baik Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, maupun provinsi dan pusat, pihaknya sangat mengharapkan adanya bantuan sarana penyedia air seperti sumur bor, harap Untung.

loading...

Selanjutnya Untung Wahyu Purnomo memaparkan bahwa ada beberapa Kelompok Tani siap membangun embung-embung secara swadaya ini agar bisa mendapatkan air secara maksimal. Para Kelompok Tani tersebut yaitu Kelompok Tani Beruntung, Kelompok Tani Bina Guna dan Kelompok Tani Sahabatku termasuk Kelompok Wanita Tani yang beranggotakan sebanyak 75 orang, bersedia ikut membangun embung-embung secara swadaya, ujarnya. 

Harapan ini keluh Untung Wahyu Purnomo, dikarenakan lahan pertanian yang digarap lokasinya nanggung (dihulu dan dihilir rendah), sehingga meskipun irigasi mengalir tidak sampai ke lokasinya karena tinggi, katanya. 

Kepala desa (Pambakal) Pejambuan Haji Jawawie menyatakan pihaknya medukung penuh atas gagasan dari lara kelompok tani tersebut dan pihaknya berjanji akan memperjuangkan semaksimal mungkin agar keinginan itu bisa tercapai, ujarnya.

Pambakal Desa Pejambuan, Haji Jawawie ini memaparkan bahwa kawasan pertanian Hortikultura desa Pejambuan akan kembali Jaya apabila persediaan air tetap ada dan bukan tidak mungkin kawasan itu akan jadi sentra horti terbesar di kabupaten Banjar, harapnya. (TIM) 

Bagikan via:

Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!

Klik gambar di atas untuk menutup iklan