Senin, Juni 25

Syamsuddin Noor, Pahlawan Banua Kalsel 

Oleh : Aspihani Ideris (Ketua Umum Aliansi Jaringan Anak Kalimantan “AJAK”)

SUARA KALIMANTAN (SUAKA). Jika kita datang dari luar daerah propinsi naik pesawat atau kita pulang ke Kalimantan Selatan, tentunya kita akan mendarat di sebuah bandara yang terletak di daerah Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, yang dinamakan bandara tersebut Bandara Syamsuddin Noor.

Tidak banyak warga Kalimantan Selatan sendiri yang mengetahui jelas tentang, siapa sebenarnya Syamsuddin Noor atau nama kepanjangannya Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor, yang mana nama tersebut melekat di bandara milik Propinsi Kalimantan Selatan.

Nama lengkap Syamsuddin Noor adalah Muhammad Syamsudin Noor, berpangkat Kapten Pnb Anumerta. Beliau merupakan seorang putra Kalimantan Selatan sendiri, bersuku , . dan lahir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (Alabio) Kalimantan Selatan, pada tanggal 5 November 1924. Syamsuddin Noor merupakan putra ketiga dari enam bersaudara pasangan dari Bapak Kyai Haji Abdul Gaffar Noor  yang merupakan Pensiunan Kepala Federasi Kalimantan Tenggara dan Ibu beliau bernama Hajjah Putri Ratna Willis (trah Kerajaan Pulau ).

Jejak pendidikan Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor adalah pada tahun 1932 masuk sekolah H.I.S di Batavia (sekarang Jakarta) hingga lulus H.I.S pada Tahun 1939 dan melanjutkan pendidikan M.U.L.O di Bogor Jawa Barat. Pendidikan Mulo ditempuh selama 3 tahun, tepatnya pada tahun 1942 dan tamat dari M.U.L.O kemudian melanjutkan kembali ke sekolah di A.M.S yang ada di Jogyakarta Jawa Tengah dan berhasil lulus pada tahun 1945.

Setelah menamatkan pendidikan umumnya, di A.M.S Jogyakarta, Muhammad Syamsudin Noor merasa terpanggil untuk memasuki dunia kemiliteran bagian udara, kemudian pada tahun itu juga (setelah menamatkan sekolah umumnya) ia melanjutkan pendidikan kembali di Military Akademi (M.A) Jogyakarta selama satu tahun. Pada tahun 1946 lulus dari sekolah Akademi Militer, yang kemudian kembali meneruskan sekolah kejuruan penerbangan Jogyakarta hingga tahun 1947.

Untuk lebih meningkatkan kemampuannya didunia penerbangan ia mengikuti Pendidikan dan latihan Penerbangan Pesawat Udara di India dan Burma selama kurun waktu 3 tahun antara tahun 1947 sampai dengan 1950. Di Burma ia menjadi Pilot Pesawat pada Penerbangan Indonesian Airways.

Sepulang dari Burma Tahun 1950 Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor menerbangkan Pesawat Dakota T-446 milik AURI di Lapangan Andir Bandung, hingga musibah menimpanya pada saat melaksanakan tugas penerbangan dari Lapangan Andir Bandung menuju Tasikmalaya. Peristiwa yang terjadi pada hari minggu tanggal 26 November 1950 sekitar pukul 17.00 waktu setempat, diakibatkan kerusakan mesin saat penerbangan tersebut, ditambah cuaca buruk saat itu menyelimuti langit disekitar gunung Galunggung Tasikmalaya Jawa Barat. Pada saat itu pesawat yang sedang berbelok tiba-tiba menabrak Cadas dinding gunung dilereng gunung Galunggung yang terletak lebih kurang 15 Km disebelah tenggara Malang Bong (Kecamatan Ciawi Tasikmalaya). 

Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor gugur sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa, dan dianggap sebagai salah seorang pelopor bagi kelahiran “Indonesian Airways“. Ia dimakamkan dengan Upacara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung pada tanggal 29 Nopember 1950 diiringi penembakan Salvo serta penaburan bunga oleh rekan-rekan penerbang dari pesawat Capung yang melintas diatas Taman Makam Pahlawan.

Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor, meninggal di Gunung Galunggung, Jawa Barat, 26 November 1950 pada umur 26 tahun) dan beliau merupakan salah satu perwira TNI-AU. Namanya kini diabadikan di Bandara Syamsuddin Noor, Landasan Banjar, Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan. Namun tidak banyak masyarakat Kalimantan Selatan yang mengetahui bahwa beliau adalah putra daerah Kalimantan Selatan sendiri, walaupun namanya diabadikan sebagai nama bandara terbesar di .

Sekedar diketahui bahwa sebelumnya Bandara Syamsuddin Noor bernama Bandara Ulin atau Lapangan Udara Ulin, namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembicaraan antara Pimpinan Pangkalan Udara Ulin dengan Daerah Kalimantan Selatan, akhirnya tercapai kesepakatan yang tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan Nomor 4 / / KPT / 1970 Tanggal 13 Januari 1970 tentang Perubahan Nama Lapangan Udara Ulin menjadi Lapangan Udara Syamsuddin Noor.

Setelah itupula diusulkan oleh Pangkalan Udara Ulin Banjarmasin kepada pimpinan Angkatan Udara di Jakarta untuk mengganti nama Pangkalan Udara Ulin Banjarmasin, menjadi Pangkalan Udara Syamsuddin Noor, yang tertuang dalam surat keputusan Kepala Staf Angkatan Udara No 29 Tanggal 21 Maret 1970 nama Pangkalan Udara Ulin Banjarmasin secara resmi diganti dengan nama Pangkalan Udara Sjamsuddin Noor, berlaku mulai tanggal 09 April 1970.

Dengan perkembangan yang begitu pesat maka pada tahun 1975 telah ditetapkan bahwa pangkalan Udara Ulin Banjarmasin sebagai lapangan terbang sipil yang dikuasai sepenuhnya oleh Departemen Perhubungan melalui keputusan bersama Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Menteri Perhubungan RI dan Menteri Keuangan RI Nomor : Kep / 30 / IX / 1975, No KM / 598 / 5 / Phb-75 dan No Kep. 927.a / MK / IV / 8 / 1975.

Pada diera sekarang  Bandar Udara Syamsudin Noor sudah mampu di darati oleh Pesawat komersial berbadan Lebar seperti jenis boing 747, sehingga pengembangan kedepan Bandar Udara Syamsuddin Noor akan di tingkatkan menjadi bandara Internasional pada Massa Pemerintahan H. Syahriel Darham dan mengalami perluasan dan renovasi pada saat pemerintahan Gubernur H. Rudy Ariffin.  

Selain itu  Bandara Syamsuddin Noor pernah juga di pakai dalam latihan tempur di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan tahun 2007 dengan mengikut sertakan 4 pesawat anyar Indonesia yaitu Sukhoi dan 5 Pesawat jenis hawk juga di persiapkan untuk ikut dalam latihan tempur tersebut. 

Harapan penulis, mudah-mudahan dengan tulisan ini masyarakat Kalimantan Selatan yang semula tidak mengetahui siapa sebenarnya Syamsuddin Noor, akhirnya mengetahui lebih jelasnya pahlawan yang merupakan putra banua kita ini. Pada akhirnya kita sama-sama mendo’akan semoga Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor ini mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah SWT. Amin…    ***

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!