Senin, Mei 21

Polri Siagakan 16.000 Pasukan, TNI Turut Kawal Terkait Demo 4 November 2016 Besok 

SUAKA – JAKARTA. Menurut Irjen Unggung Cahyono, pihaknya besok menempatkan 16.000 personel TNI-Polri untuk mengamankan DKI Jakarta, guna mengamankan para unjuk rasa dalam penyampaian pendapat terkait tuduhan penistaan yang telah dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta Ahok. “Guna pengaman besok setidaknya ada 29 lokasi di Jakarta yang diprioritaskan mendapat pengamanan dari pihak kepolisian”, Irjen Unggung Cahyono.
Dasar awal kami hanya mengeluarkan surat telegram (ST) berstatus rahasia dengan nomor STR/779/X/2016. Surat itu menginstruksikan kepada satuan Korps Brimob Polri dan 16 Kepolisian Daerah () untuk mengirimkan Brimob ke Jakarta untuk menghadapi aksi unjuk rasa pada 4 November dan tahapan Pilgub di Jakarta.

Brimob yang diminta untuk datang ke Jakarta adalah Brimob dari Jabar, Jatim, Sumsel, , , , Lampung, Sumbar, Riau, Bengkulu, Babel, NTT, Sultra, Banten, dan DIY. Total ada sekitar 57 kompi atau 5.700 personel.

”Kalau soal detail plotting dan pergeseran pasukan, Pak Iriawan yang bisa menjelaskan. Yang jelas situasi se-Indonesia dan khususnya Jakarta, hingga pagi ini, relatif aman terkendali. Insya Allah dalam aksi besok pun tetap aman. Kita siap melaksanakan pengamanan dan pelayanan,” kata Unggung.

Dijelaskan oleh Punggung terkait pengamanan besok secara detail penempatan pasukan, khususnya dari unsur Brimob Polri yaitu akan dibagi menjadi 7 wilayah pengamanan, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandara Soekarno-Hatta, dan personel siaga yang standby.

  1. Jakarta Pusat dibagi menjadi 15 titik (lokasi), yakni Gambir 300 personel Pelopor, Kantor Bareskrim sementara (Gedung KKP) 100 personel Pelopor, Istana Negara 950 personel terdiri dari Pelopor, Brimob Polda Metro dan Patra Polda Metro, Balai Kota, dan DKI Jakarta 400 personel Brimob Polda Jawa Timur dan Kalimantan Tengah.

Patung Kuda 100 personel Pelopor, Tugu Tani 100 personel Brimob Polda Metro, Jembatan Semanggi 100 personel Brimob Polda Metro, Gedung DPR/MPR 500 personel Brimob Polda Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara, Atrium Senen 100 personel Brimob Polda Banten, Kedutaan Amerika Serikat 50 personel Patra Polda Metro.

Lapangan Banteng 200 personel Brimob Polda Riau, Gedung RRI 30 personel Brimob Polda Metro, Bundaran HI 100 personel Brimob Polda Metro dan Simpang Harmoni 100 personel Brimob Polda Kalimantan Selatan.

  1. Jakarta Barat 2 titik, yaitu Layang Tomang/Taman Anggrek 100 personel Brimob Polda Bangka Belitung dan Kawasan Glodok Taman Sari 100 personel Brimob Polda Bangka Belitung.

  2. Jakarta Utara 5 titik, yaitu Gereja Stela/Perum Pantai Indah Kapuk 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Mangga Dua Pademangan 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Pantai Indah Kapuk 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Kelapa Gading 100 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Timur dan Pertamina Plumpang 100 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Timur.

  3. Jakarta Selatan 3 titik, yaitu Blok M 100 personel Brimob Polda Lampung, Kuningan 100 personel Brimob Polda Lampung, Lawasan Pondok Indah 100 personel Satuan Pelopor.

  4. Jakarta Timur 2 titik, yaitu Pasar Jatinegara 100 personel Brimob Polda Bengkulu dan PGC Cililitan+Cawang UKI 100 personel Brimob Polda Bengkulu.

  5. Bandara Soekarno-Hatta 100 personel Brimob Polda Sumatera Barat.

  6. Personel siaga standby di Silang Monas 600 personel terdiri dari Satuan III Pelopor dan Brimob Polda Kalimantan Timur, Mabes Polri 300 personel dari Satuan III Pelopor, Polda Metro Jaya 100 personel Brimob Polda Metro dan di PTIK 100 personel Brimob Kalimantan Timur.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga angkat bicara terkait aksi demontrasi Besar besaran besok di DKI Jakarta, ia meminta masyarakat tetap tenang menghadapi aksi demonstrasi pada Jumat (4/11) besok. Masyarakat tidak perlu panik dan takut. Masyarakat diminta tetap bekerja seperti biasanya, himbaunya.

“Masyarakat tetap tenang dan seperti biasa melaksanakan aktivitas. Baik yang bekerja maupun yang pergi ke sekolah. TNI hadir untuk memberi rasa aman pada masyarakat,” kata Gatot di Jakarta, Kamis (3/11).

Ia menjelaskan sesuai tugas dan tanggung jawabnya, TNI akan menjaga penuh Kebhinekaan Bangsa ini. TNI berdiri tegak di atas semua golongan, tegas Gatot.

“Kewajiban kami sebagai aparat keamanan adalah mengawal, agar aspirasi yang diinginkan benar-benar tercapai dengan damai, tenang dan tertib. Pesera unjukrasa harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dia mengingatkan dalam demonstrasi, ada kelompok-kelompok yang menginginkan massa menjadi beringas. Massa yang melakukan demonstrasi paling depan umumnya anak-anak muda yang emosinya mudah terbakar.

“Kalau prajurit TNI/Polri dimaki-maki dengan kata-kata kasar oleh demonstran, jangan terpancing karena itu skenario dan tujuan mereka pihak pendemo,” pesan Gatot kepada prajuri TNI. (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!