Minggu, 25 Februari 2018


Masyarakat Loksado Jual Bambu Berupa Rakit atau Lanting

SUAKA – . Selain berkebun dan bertani penghasilan masyarakat pedalaman Kalimantan Selatan yang berada di Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan, mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual bambu atau paring.

Loksado berada 37.5 Kilometer dari kota Kandangan, ibukota kabupatan Hulu Sungai Selatan (HSS) atau 172.5 Kilometer dari . Di Loksado ini banyak sekali terdapat obyek wisata alam yang bisa anda kunjungi dan nikmati, misalnya seperti pemandangan alam, trekking, pemandian air panas, air terjun, bamboo rafting, dan budaya balai adat.

Bambu atau paring tersebut sesudah ditebang, lalu dibikin rakit atau lanting dengan cara dikumpulkan dan disusun, lalu diikat keliling. Awalnya, rakit atau lanting bambu (bamboo rafting) dikenal sebagai angkutan hasil perkebunan masyarakat Dayak Loksado di Sungai Amandit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Rimbunnya pepohonan pegunungan Meratus, meneduhi para pelanting dari terik panasnya matahari dalam perjalanan masyarakat Dayak Loksado berlanting menyusuri Sungai Amandit yang dimulai dari Desa Loksado hingga sampai ke hilir di Muara Tanuhi dan bertambah di daerah Kandangan Hulu.

Warga Loksado biasanya menghabiskan waktu dalam perjalannya setengah hingga sehari penuh di atas lanting menuju Kandangan. Saat tiba di ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kandangan Hulu, mereka menjual hasil bumi yang dibawa dan bahkan lanting yang terbuat dari bambu atau patung tersebut juga mereka dijual pada mereka yang berminat.

Lanting yang terbuat dari bambu atau juga bisa disebut dengan bamboo rafting tersebut di jual kepada mengepul di Kandangan Hulu seharga Rp 4000 per batang dan selanjutnya dibawa ke Banjarmasin oleh para pengepul dalam perjalanan selama 6 hari 6 malam untuk dijual lagi seharga Rp.8000 per batang. ###

Bagikan via:

Baca juga



Tinggalkan Balasan