Senin, Juni 25

Bupati Banjar Canangkan Penghapusan Jamban di Bantaran Sungai

‚Äč

Suara Kalimantan – Martapura. Jumlahnya penduduk Kabupaten terbanyak di Kalimantan Selatan, yakni lebih dari 700 ribu orang. Sebagian besar diantaranya tinggal di Bantaran Sungai Martapura dan mereka sangat membutuhkan sungai dalam kegiatan sehari-hari.

Kegiatan sehari-hari masyarakat di sungai dan sudah cukup membudaya adalah Mandi, Cuci Pakaian dan Kakus (MCK) dengan membangun Jamban Terapung di sepanjang bantaran Sungai Martapura. Dampak dari kegiatan MCK ini kualitas air sungai semakin menurun dan menjadi sangat tercemar bakteri Ecoli, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium, Sungai Martapura tercemar Bakteri Ecoli yang disebabkan oleh banyaknya kotoran manusia,” jelas Bupati Banjar H. Khalilurrahman, Jumat (21/10/2016).

Penghapusan jamban terapung yang marak di pesisir Sungai Martapura ungkap Bupati Banjar akan dilakukan secara bertahan dan dimulai dengan gerakan pencanangan penghapusan seribu jamban yang dilakukan secara bertahap.Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banjar Boyke W Triestiyanto mengatakan di bantaran Sungai Martapura jumlah jamban terapung mencapai 5 ribu buah dan hal ini berdampak cukup besar bagi kualitas air sungai dan kesehatan masyarakat. Keberadaan jamban terapung juga menjadi salah satu penyebab gagalnya Kabupaten Banjar meraih Adipura Paripurna. (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!