Rabu, Juli 18

Banjir Kepung Bandung

Hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Bandung Senin 24 Oktober 2016 sehingga menyebabkan sejumlah ruas jalan utama terendam banjir. Kawasan Pasteur menjadi daerah yang paling parah terkena dampaknya.
Di sepanjang jalan utama itu, air menggenang seperti sungai. Jalan Pasteur terendam banjir hingga ketinggian 160 cm. Begitu juga di Jalan Pagarsih, tinggi banjir mencapai 150 cm sedangkan di Jalan Nurtanio air menggenang setinggi 120 cm. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya.

Banjir mengalir dengan cepat dan ari di sejumlah drainase perkotaan meluap. Saluran drainase perkotaan tidak mampu mengalirkan air permukaan sehingga terjadi banjir.

Kendaraan baik roda dua dan roda empat yang melintas terendam banjir. Kendaraan yang parkir di BTC Mall juga terendam banjir. Bahkan beberapa mobil terseret banjir seperti layaknya diterjang tsunami kecil di jalan.

BPBD Provinsi Jawa Barat bersama dengan unsur lainnya seperti TNI, Polri, Tagana, SKPD dan relawan masih melakukan pendataan. Sementara hingga saat ini Kota Bandung belum membentuk BPBD.

Berdasarkan laporan awal dari BPBD Provinsi Jawa Barat, banjir merendam ratusan rumah. Sejumlah rumah rusak tergerus banjir di bantaran Kali Cilimus. Banjir juga menjebol pagar SMAN 9 Bandung sehingga merendam ruang kelas dan ruang guru dengan ketinggian sekitar 90 cm.

Saat ini, sebagian banjir telah surut. Kondisi topografi yang miring menyebabkan banjir cepat surut. Masyarakat pun membersihkan rumah dari lumpur usai banjir. Pendataan kerugian masih terus dilakukan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor. BMKG memprediksi curah hujan akan terus meningkat. Fenomena intensitas La Nina lemah diprediksi akan meluruh pada Desember 2016 sedangkan Dipole Mode masih menguat sehingga curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan meningkat. (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!