Rabu, April 25

Kapolda Kalsel Janji Ungkap Penganiayaan Aktivis LEKEM KALIMANTAN

SUARA KALIMANTAN.COM – . Beberapa petinggi LSM Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM Kalimantan), akhirnya mendatangi kantor Mapolda Kalimantan Selatan, Kamis 25/8/2011 sekitar jam 12:00 Wita. Kedatangan kami ke Mapolda ini guna mempertanyakan dan meminta perkembangan pengusutan tuntas kasus penganiayaan terhadap aktivis Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan Aspihani Ideris S.AP MH yang terjadi pada hari Rabu 10 Maret 2010 lalu sebagaimana adanya LP di Polsek Banjarmasin Tengah dengan No. LP/K/P31/III/2010/Spk dan juga terhadap penganiayaan aktivis Direktur Daerah LEKEM Kalimantan Kabupaten Abdul Kahar Muzakkir MA yang terjadi tahun 2008. Karena sampai saat ini kedua kasus penganiayaan berat tersebut belum bisa diungkap Kepolisian dalang dan pelakunya, ujar Syahminan Kamis di Markas LSM LEKEM Kalimantan Jl. Gatot Subroto Mandasta IV Banjarmasin seusai datang dari pertemuan dengan .

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat oleh bapak Brigjend Pol Drs. Syafruddin, Msi Kapolda Kalsel pada hari ini 25/8 dan saat itu bapak sangat merespon positif permintaan kami yang mengharapkan kasus penganiayaan pimpinan kami di ungkap sampai tuntas dan pelakunya ditangkap sebagaimana Laporan Polisi di Polsek Banjarmasin Tengah dengan No. Pol : LP/K/P31/III/2010/Spk, Tanggan 10 Maret 2010 Tentang Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP”, kata Abau panggilan akrabnya.

Syahminan menambahkan, ‘Bapak Kapolda mengatakan dan berjanji akan menuntaskan secepatnya penanganan kasus penganiayaan aktivis LEKEM Kalimantan ini tanpa pandang bulu, baik penuntasan penganiayaan terhadap Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan Aspihani Ideris MH yang mengalami luka dibelakang punggungnya maupun terhadap Direktur Daerah LEKEM Kalimantan Kabupaten Banjar Abdul Kahar Muzakir MA yang mengakibatkan kebutaan sebelah matanya akibat di siram dengan cuka getah atau sejenis air keras. Siapapun pelaku orang yang tidak bermoral dan tidak bereteka itu harus ditangkap sekalipun itu pejabat negara, ucap Bapak Kapolda Kalsel, ujar Abau menirukan ucapan bapak Kapolda ketika pertemuan tersebut.

Bahkan lanjut Abau panggilan akrab Syahminan menuturkan, pada saat itu juga bapak Kapolda Kalsel langsung memanggil anak buah beliau yaitu bapak Dir Reskrimum Kalsel, Kombes Pol Drs. Mustar Manurung SH”, ungkapnya kepada beberapa wartawan yang mendatanginya di markas besar LSM LEKEM Kalimantan di Gatot Subroto Banjarmasin (25/8).

Menurut Abau seraya membukakan tape merk Sony Cassette Recorder hasil rekamannya pada saat pertemuan dengan Kapolda Kalsel. Pada saat itu juga Kapolda langsung memerintahkan Dir Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Drs. Mustar Manurung untuk mengusut penyelidikan dan menindaklanjuti pengungkapan kasus penganiayaan aktivis LEKEM Kalimantan ini. “Baik ini demi penegakan …  Saya perintahkan anak buah saya secepatnya benar-benar serius mengungkap kasus penganiayaan aktivis LSM LEKEM Kalimantan ini, apalagi nama aktor intelektual nya sudah kita kantongi, tinggal mengembangkan dan itu pasti kita tindak sekalipun dia seorang pejabat,” kata Bapak Kapolda Kalsel Brigjend Pol Drs. Syafruddin, Msi dalam sebuah rekaman hasil pertemuan dengan petinggi LSM LEKEM KALIMANTAN.

“Aspihani Ideris kan saudara kita juga, begitu juga Abdul Kahar Muzakkir, jadi anda harus segera selidiki dengan benar pelaku penganiayaan ini tanpa memandang actor dibelakangnya, sekalipun itu aktor intelektual yang berperan didalamnya seorang pejabat anda harus tangkap secepatnya.” ucap Bapak Kapolda kepada anak buahnya Dir Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Drs. Mustar Manurung SH.

Lebih lanjut Kapolda menututurkan bunyi dalam rekaman itu, “Dari hasil pemeriksaan perkara petunjuknya sangat jelaskan dan nama pelaku intelektualnya sudah kita kantungi, tinggal memanggil beberapa saksi saja lagi sudah bisa kita menahan pelaku bejat ini”, terang bapak Kapolda Brigjend Pol Drs. Syafruddin, Msi kepada anak buahnya Bapak Dir Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Drs. Mustar Manurung di ruang kantor Kapolda Kamis 25/8.
“Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi, jadi untuk penanganan kasus ini sesudah lebaran sudah harus ditangani dengan serius, dan kasus yang ditangani Polresta Banjarmasin ini, saya harap berkas penanganannya Polda Kalsel saja yang tangani, supaya ruanglingkupnya lebih luas, karena terduga pelakunya dimungkinkan orang luar dari Banjarmasin dan agak licin untuk di panggil”. (Perintah Bapak Kapolda Kepada anak buahnya), ungkap Kapolda dengan tegas di ruang kerjanya dengan di saksikan beberapa wartawan dan petinggi LSM LEKEM Kalimantan.

Senada dengan Muhammad Rafiq SH.I salah seorang petinggi LEKEM Kalimantan lainnya, menuturkan bahwa Kapolda harus benar serius dan tegas mengungkap pelaku penganiayaan dan penusukan aktivis (Aspihani Ideris) LEKEM Kalimantan ini, karena kronologis kejadiannya sangat jelas dan pelakunya pun sudah bisa dipastikan sekalipun aktor intelektual nya dia pernah jadi teman akrab juga dengan Aspihani Ideris, ujar Rafik.

“Jika Kepolisian Kalsel dapat mengungkapnya dan berani menangkap pelakunya serta memenjarakannya, maka ini merupakan pencitraan lembaga penegak hukum yang selama ini instansi Kepolisian di Kalimantan Selatan sudah sangat memperihatinkan dan selalu di cap polisi India (selalu kemasukan angin), tapi saya yakinlah Kapolda Kalsel Brigjend Pol Drs. Syafruddin, Msi saat ini seorang muslim dan taat beribadah serta orang baik, seorang polisi yang pintar punya karer cemerlang di instansinya dan tepat janji dalam mengungkapan kasus tersebut, tidak seperti Kapolda terdahulu banyak bohongnya dan terkesan tutup mata serta bisa diduga kuat kemasukan angin” cetus Rafiq.

“Selain pengusutan tuntas kasus aktivis LEKEM Kalimantan saya mengharapkan Kapolda juga diharap bisa mengungkap kasus penganiayaan terhadap beberapa rekan-rekan aktivis LSM lainnya”, pinta Rafiq yang juga Ketua Umum Barisan Masyarakat Pemuda Reformasi Kalsel (BAMPER Kalsel) di Jalan Gatot Subroto, markas besar LEKEM Kalimantan.

Salah seorang anggota Banjar dari PKS saat diminta konfirmasinya oleh awak media suarakalimantan.com menuturkan dan penyesalannya yang mendalam terhadap aktor yang tega melakukan menganiayaan berat terhadap aktivis LSM LEKEM Kalimantan ini, ketika ditemui dirumahnya di Kertak Hanyar. “Saya sangat menyesalkan atas ulah pelaku yang tega menusuk saudara kami Aspihani ini, sejujurnya saat saya saat itu diminta oleh bapak M Yunani salah satu anggota Banjar untuk mengkondisikan saudara Aspihani agar aksi demo dibatalkan, itu saja bukan malahan terjadi hal mengerikan seperti ini”, aku Amat kader PKS ini kepada wartawan.

Anggota DPRD Banjar ini menuturkan kronologisnya bahwa dua hari sebelum kejadian penusukan itu terjadi, saya dihubungi via ditelpone dan kemudian saya ditemui oleh saudara Muhammad Yunani (anggota DPRD Banjar dari PBR) untuk mengkondisikan Aspihani agar aksi demonstarasi di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan di batalkan saja. “Mat tolong pesan pak Bupati Banjar sampaikan ke Aspihani agar membatalkan aksi demo di Kejati, ini ada uang titipan beliau untuk mengkondisikannya, apabila aksi demo tersebut berlanjut aku khawatir terjadi nang kada diharapkan” pungkas Amat seraya menirukan ucapan teman se propesinya sebagai anggota DPRD Banjar.

Ini saya katakan sejujurnya, ungkap Amat, oleh karena itu saya sangat kebingungan pada saat itu dan tidak mau terlibat jauh didalamnya, karena Aspihani masih ada hubungan keluarga dengan saya, maka saat itu juga saya langsung menghubungi Abdul Karim SH (mantan anggota DPRD Banjar 2004-2009) untuk mengkondisikan Aspihani Ideris, namun beberapa hari kemudian saya sangat terkejut ternyata saudara Aspihani Ideris sudah di aniayaya oleh orang yang tidak dikenal. “Harapan kita mudah-mudahan pihak kepolisian bisa mengungkapnya sebagaimana janji Kapolda, dan saya siap dipanggil kapan saja untuk memberikan keterangan yang benar dan sejujurnya,” kata Amat seraya menutup pembicaraannya dengan beberapa wartawan yang mewawancarainya (25/8.2011). (TIM)

Bagikan via:

Baca Juga:





One Comment

  • Aspihani Ideris

    Sampai saat ini Polisi takut mengungkapnya, padahal Kapolda nya sudah menjadi Wakapolri.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf dilarang mengcopy-paste!
%d blogger menyukai ini: